Gedung KPK

Demo yang terjadi beberapa hari kebelakang, salah satunya mengangkat isu KPK yang dilemahkan oleh pemerintah.

Sejarah berdirinya KPK ada di masa awal Orde Baru, yaitu dengan diterbitkannya Keppres No.28 Tahun 1967 tentang Pembentukan Tim Pemberantasan Korupsi. Dalam pelaksanaannya, tim tidak bisa melakukan pemberantasan korupsi secara maksimal, bahkan bisa dikatakan hampir tidak berfungsi.

Namun, tentu saja kali ini kami tidak akan membahas isu KPK lebih lanjut lagi, melainkan mengenai arsitektur gedung KPK. Gedung KPK yang baru ini terletak di ujung utara Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dengan luas lahan 8663 meter persegi, luas keseluruhan bangunan 39292 meter persegi dan memiliki 16 lantai. Gedung ini pada awalnya sempat terhabat karena kurangnya sambutan dari DPR RI yang pada akhirnya mengundang simpatik masyarakat sekitar untuk mengumpulkan koin koin sehingga mampu menggetarkan hati DPR RI untuk mendirikan gedung merah putih . Arsitek yang bertanggung jawab dalam pembangunan gedung ini adalah bapak Permadi Herry Putranto. Beliau merupakan ketua tim perencanaan dan arsitek dari PT Pandu Persadu Bandung.

Gedung baru ini diresmikan oleh Jokowi pada tanggal 29 Desember 2015. Konsep yang digunakan oleh sang arsitek adalah merah putih. Selain melambangkan bendera, warna tersebut juga melambangkan fungsi dan tugas KPK itu sendiri. Warna merah mencerminkan penindakan, sedangkan putih adalah pencegahan. Sedangkan untuk pembagian ruang, diantaranya terdapat ruang tahanan yang terletak di belakang gedung utama, ruang pemeriksaan di lantai 2, dan ruang pimpinan yang terletak di lantai 15. Ruang pemeriksaan dan ruang pimpinan ini termasuk ke dalam zona merah yang hanya memperbolehkan orang-orang tertentu saja untuk mendapatkan akses masuk.


KMA-KRIDAYA FPTK UPI
Universitas Pendidikan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *